Tampilkan postingan dengan label Jalan jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jalan jalan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 November 2013

Puncak Sikunir


Pukul dua kosong-kosong, waktu dimana ayam jago juga belum berkokok. Sebagian orang sudah mulai bangun dari istirahat malamnya. Lengan baju yang dilipat sampai atas siku, lalu melakukan basuhan awal dan sampai basuhan terakhir pada kaki, untuk mensucikan dan untuk bersujud. Ada juga yang menurunkan hasil pertanian di trotoar depan pasar, memanggul karung berisi jagung atau mendorong gerobak bermuatan tomat dalam zak. Tapi tak sedikit juga yang baru memulai tidurnya, setelah bercengkerama dengan keluarga yang terlalu larut, maklum tuntutan pekerjaan kadang memaksa orang tua harus memulai dengan telat, termasuk juga dengan buah hatinya.

Selasa, 02 April 2013

Dari Pinggir Jalan

Oleh hp
Masih Berjalan
dari satu rumah ke pelanggan yang lainya, Ibu ini memadukan barang jajananya antara jamu tradisional dan kudapan.


Oleh hp
Diantara Roda Mesin
Bapak tua bersama sepeda tuanya menahan beban untuk sepeda lainya. Pada sela-sela bahu jalan raya, ia terhimpit oleh teknologi


Oleh hp
Bermain
Dengan kaleng bekas susu, mereka menabung recehan. Tak jarang juga mereka memanfaatkan untuk bermain.

-hp-

Samarinda April 2013

Rabu, 20 Maret 2013

Di batas selatan Bojonegoro


Mengolah untuk tetap bisa makan dan tetap rimba di bagian penangkap hujan

Jalan di tengah BKPH Dander
Lagu White shoes and the couples company dengan getar beritme pada handphone . Panggilan masuk dari nomer yang belum tersimpan pada phonebook saya. Halo,, selamat pagi..ini dengan siapa? Sapaku kepada lawan bicara yang ada di sana. ternyata adalah anggota nursery yang ijin mengalihkan tugas kerja karena ia sedang sakit. Iya ga papa, bapak istirahat dan semoga lekas sembuh. Tutup pebincangan telpon di pagi itu.

Rabu, 27 Februari 2013

Gowes to d'99


“Daerah anggana. Masuk dalam kabupaten Kutai kartanegara” jawab Pak Fajar pada pertanyaan saya kepada beliau sebelumnya. Dan kami, para penggemar gowes-kecuali saya, karena ini pertamakali-memulai start dari kantor Polsek Samarinda Ilir.

Jalan aspal dengan lebar lebih kurang hanya cukup untuk dua MPV, itupun spionya pasti sempat berjabat. dari sinilah para penggemar gowes memulai bersepeda dengan rekah senyum sehat. Tak ada satupun dari mereka yang terlihat kurang menarik. Sepeda gunung dengan atribut lainya yang serasi bak atlit sepeda gunung pada ajang olimpiade-olimpiade tingkat dunia – emang ada olimpiade tingkat kecamatan?hhihi.

Tantangan pertama-Ada beberapa tanjakan dikit dan jalan menurun yang cukup panjang. Ketrampilan memainkan gigi ger sepeda para gowes telah dimulai-dan saya sebaik mungkin memperhatikan mereka dan mencoba seperti mereka. Wow,,turunan yang panjang dengan kecepatan entah berapa kilometre per jam cukup menguji adrenalin-khusus untuk pemula, saya. Saya sempat memainkan rem belakang, dan saat itu juga ada gowes senior yang juga pegawai senior di kantor, langsung memberi tegur. ”turunan seperti ini, ngga usah direm Di” tegur Pak Fajar dengan lekas melaju dari sisi kanan saya. Dan saya memutuskan melepas rem dan wowwow sepeda melesat lebih kencang sekencang teriakan saya dengan sekalian melepas penat dan gerah oleh kesibukan bekerja sepekan kebelakang. Wuih gaya betul ini, udah kaya seriusan saja kerjanya.hheuheu.

Dingin angin pagi dipadu-padan dengan hangat kekeluargaan para gowes membuat atmosfer pagi itu berasa sirkuit yang akan kami lalui sepanjang berpuluh kilometer terasa seperti hanya berjarak 5 langkah. harmoni sebuah komunitas.

Jalur sepeda yang mengasyikkan, sungguh. Dan saat kami harus melanjutkan perjalanan dengan menggunakan perahu penyeberangan karena tempat tujuan terpisah oleh bahu sungai Mahakam, dan kami berperahu, serta kami sempatkan juga untuk berfoto-foto. Ini nih fotonya.

Para pegowes