Tampilkan postingan dengan label Sosial masyarakat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial masyarakat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 April 2013

Konsorsium 10-rupiah


Masih ingat cerita dengan judul Putung ke-4 yang saya suguhkan sebelumnya. Yaa, itu adalah cerita ringkas tentang hak merokok dan kewajiban untuk menghormati orang yang tidak merokok. Dan saya tak menampilkan mana yang menjadi prioritas, hak ataukan kewajiban dalam konteks tersebut. Saya lebih menekankan attitude pada keduanya. Itu bagiku adalah jalan tengah.

Kemudian secara tidak saya rencanakan, saya menemukan artikel pada kompas.com yang ditulis oleh Mariska Lubis pada tanggal 1 april 2013 dengan judul Merokok adalah hak asasi manusia. Mariska mengulas tentang Negara demokrasi di Indonesia sebelum ada peraturan daerah di ibukota yang melarang merokok di mall atau di tempat umum lainya. Negara Indonesia lebih demokratis dibanding Negara Amerika atau Singapura, menurutnya. Tolok ukurnya adalah peraturan larangan merokok di tempat umum. Di Amerika, orang merokok di luar rumah adalah seperti mencari jankrik aduan pada musim akhir penghujan, sangat sulit.

Selasa, 12 Februari 2013

2 manusia sangar


Ini tentang cerita orang hebat dan tak jarang memasang tampang garang di daerah saya berada sekarang.

Siapa yang tak sepakat kalau Indonesia adalah Negara yang melimpah sumber daya alam. Bahkan grup music legend pop Indonesia merayakan kekayaan itu dengan lagunya, kolam susu.

“ orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman “

Itulah cuplikan sedikit syair dari Koes plus pada tahun 60an. Berbeda dengan tahun-tahun sekarang, orang-orang bakal menganggap lagu tersebut sudah tidak relevan dengan kondisi bumi pertiwi saat ini. Penebangan pohon terjadi pada setiap jengkal katulistiwa, alih lahan hutan menjadi kelapa sawit dan penambangan seakan menjadi prioritas penyelenggara negara.