Rabu, 21 Agustus 2013

Kejutan


Jadi ceritanya saya agak terburu-buru. Melihat jarum arloji di angka dua lebih dikit pada jarum pendek, di angka jarum panjang, dan kebetulan arloji saya tidak berjarum panjang berwarna merah. Pada arloji saya penunjuk jarum panjang merah disajikan dengan digital. Pada waktu jarum arloji tersebut saya belum sholat dhuhur. Langsung saya ke kamar mandi untuk menyucikan muka dan bagian-bagian lain supaya lebih segar. Di rumah ini, tak ada tempat khusus untuk berwudu, jadi saya melakukanya di kamar mandi.

Selasa, 20 Agustus 2013

Kopi Emak memang enak


Pukul tujuh lewat tujuh belas menit, jam digital yang ada pada kanan bawah layar leptop. Sore perdana berada di kamar mess setelah saya tinggal mudik lebaran beberapa hari kemarin. Sore tadi sudah saya bersihkan debu-debu yang melekat di kulit porselen lantai, bahkan jarin g-jaring rumah binatang yang seperti laba-laba tapi memiliki kaki lebih panjang dan ukuran badan lebih kecil. Sprei yang telah tercuci tadi pagi, sore ini sudah wangi dan siap membungkus kasur ber-per. Tumpukan buku yang terbiar berantakan di meja saat saya tinggal mudik kemarin, saya tata kembali. Rapih dan bersih, itu yang saya harapkan. Ehh,, masih ada yang kurang. Harus juga wangi. Pewangi ruangan siap menyemprot pada setiap sudut ruang kamar. Sudah, sekarang sudah wangi.

Sabtu, 13 Juli 2013

Ruang yang nrawang


Pada meja bundar, yang bisa diisi oleh tiga kursi. Meskipun sebenarnya bila diisi dengan empat kursi masih bisa. Karena ada satu sisi yang menempel pada dinding, maka kursi yang muat hanya tiga pada kondisi yang masih nyaman. Pagi ini, saya sudah duduk ganteng di salah satu kursi yang memeluk meja bundar itu. Duduk pada sisi yang pas sebelah kanan saya adalah dinding dari kaca. Kaca ini tembus pandang pada apa yang ada di ruang sebelah. Di seberang kaca adalah ruang Tuan manajer. Ruang yang selalu panas, juga pada makna sebenarnya. Mesin Panasonic dengan kekuatan pendingin satu peka tidak terlalu berarti di ruangan ini. Pada ukuran ruangan tiga kali tiga meter persegi harusnya mesin ini dapat berfungsi dengan lebih. Tapi, Tuan manajer tidak tahan dengan pendingin. Jadi, dicuekinlah si pendingin itu. Kasian. Selain itu, ruang ini tak jarang juga terlihat tatapan mata yang menajam dan percakapan yang menegang.

Rabu, 03 Juli 2013

Ant dan Gula


Antoni, pagi buta sudah bangun dan mulai menyiapkan untuk memeluk apa yang ia cintai. Umumnya, untuk yang lain, akan memeluk apa yang dicintai saat terlelap malam. Tapi Antoni beda, ia masih lajang dan satu-satunya yang ia cintai adalah bahan hasil olahan tebu, gula pasir. Semut mana yang tidak doyan gula. Semua suka, tapi ada karakter unik oleh Antoni pada yang ia cintai. Pada kristal gula pasir ini.

Tak lupa ia melakukan rutinitas sembah sujud pada sang penciptanya, juga pencipta yang ia cintai. Pada rutinitas tersebut selalu tak tertinggal ia mengucap rasa syukur kepada sang hyang karena telah menciptakan sang kekasih dambaan. Gula. Setelah melakukan sembah sujud,ia olahraga kecil, supaya tak kram bila nanti ia menikmati kekasihnya.

Jumat, 28 Juni 2013

Monolog Pagi


Bungaku, bunga yang tumbuh organik pada tanah yang penuh bahan sintetik. Bungaku yang organik tumbuh di bawah matari yang terik. Bungaku yang organik, dan tentunya ia juga sempat menghisap yang sintetik. Justru itu ia bukanlah pribadi yang tengik. Ia bisa berkolaborasi dengan lingkungan yang tiap hari makin kecekik oleh plastik.

Bungaku, tidak dipelihara oleh seorang juragan. Bungaku, tidak dipupuk secara sengaja oleh tangan babu rumahan. Bungaku, kamu mengisap nutrisi dalam tanah yang sudah disediakan oleh tuhan. Bungaku, meskipun harus pelan berkembang tapi kamu tahu arah tujuan.