Manisnya
seperti kamu. yang ke tujuh untuk tanggal empat belas. Pas seperti tatanan yang
kamu pernah katakan “aku suka angka tujuh dan empat belas adalah angka
penyempurna”. Di tambah lagi, malam ini adalah malam dimana setiap pemegang
tauhid islam bertasbih, bertahmid dan bertahlil.
Selasa, 15 Oktober 2013
Kamis, 26 September 2013
Lidah mertua
Jujur, otak saya harus terpaksa berfikir keras saat
mendengar nama salah satu jenis tanaman satu ini. Bukan karena taksonomi atau
tentang fisiologinya, tapi karena namanya yang unik dan nyleneh. Lidah mertua. Iya, masyarakat kita nyebutnya seperti itu.
Kembang lidah mertua. Kalau lidah buaya saya lebih dulu mengenal, dan menurut
saya wajar karena bentuk daun lidah buaya yang lebih mirip dengan bagian organ
buaya. Jadi otak saya cukup menerima dengan tanaman lidah buaya, meskipun
sebenarnya daunnya lebih mirip dengan ekor buaya dari pada lidah seekor buaya.
Lha ini Lidah mertua, apa coba hukum kasualitasnya? Kalean bingung dengan bunga
ini? Maaf, saya juga bingung. Hheuheu…
Rabu, 25 September 2013
Suasana kopi
Sedari
tadi, aku mencarimu di dalam lemari
Tapi,
tak juga kutemui
Kemudian,
aku mencarimu di bawah telapak kaki ibu
Siapa
tahu kamu kembali ke asalimu
Tak
kutemui juga
Lantas, harus kucari kemana?
Rabu, 21 Agustus 2013
Kejutan
Jadi
ceritanya saya agak terburu-buru. Melihat jarum arloji di angka dua lebih dikit
pada jarum pendek, di angka jarum panjang, dan kebetulan arloji saya tidak
berjarum panjang berwarna merah. Pada arloji saya penunjuk jarum panjang merah
disajikan dengan digital. Pada waktu jarum arloji tersebut saya belum sholat
dhuhur. Langsung saya ke kamar mandi untuk menyucikan muka dan bagian-bagian
lain supaya lebih segar. Di rumah ini, tak ada tempat khusus untuk berwudu,
jadi saya melakukanya di kamar mandi.
Selasa, 20 Agustus 2013
Kopi Emak memang enak
Pukul
tujuh lewat tujuh belas menit, jam digital yang ada pada kanan bawah layar
leptop. Sore perdana berada di kamar mess setelah saya tinggal mudik lebaran
beberapa hari kemarin. Sore tadi sudah saya bersihkan debu-debu yang melekat di
kulit porselen lantai, bahkan jarin g-jaring rumah binatang yang seperti
laba-laba tapi memiliki kaki lebih panjang dan ukuran badan lebih kecil. Sprei
yang telah tercuci tadi pagi, sore ini sudah wangi dan siap membungkus kasur
ber-per. Tumpukan buku yang terbiar berantakan di meja saat saya tinggal mudik
kemarin, saya tata kembali. Rapih dan bersih, itu yang saya harapkan. Ehh,,
masih ada yang kurang. Harus juga wangi. Pewangi ruangan siap menyemprot pada
setiap sudut ruang kamar. Sudah, sekarang sudah wangi.
Langganan:
Postingan (Atom)