Pukul
dua kosong-kosong, waktu dimana ayam jago juga belum berkokok. Sebagian orang
sudah mulai bangun dari istirahat malamnya. Lengan baju yang dilipat sampai
atas siku, lalu melakukan basuhan awal dan sampai basuhan terakhir pada kaki,
untuk mensucikan dan untuk bersujud. Ada juga yang menurunkan hasil pertanian
di trotoar depan pasar, memanggul karung berisi jagung atau mendorong gerobak
bermuatan tomat dalam zak. Tapi tak sedikit juga yang baru memulai tidurnya,
setelah bercengkerama dengan keluarga yang terlalu larut, maklum tuntutan
pekerjaan kadang memaksa orang tua harus memulai dengan telat, termasuk juga
dengan buah hatinya.
Selasa, 26 November 2013
Sabtu, 19 Oktober 2013
Benguk
![]() |
| Dari dalam |
Bila
anda sedang bertamu di ruangan Pak Bob, mungkin karena keperluan pembuatan
Simper atau berkonsultasi dengan beliau tentang safety, atau berunding-tegang
tentang reklamasi, atau mungkin sekadar bergurau di ruang beliau dengan
membicarakan harga kedele dan harga batubara yang berkolerasi negative,
sempatkanlah untuk mengerlingkan mata mengarah ke luar melalui jendela. Suatu
bentuk lanskap yang sederhana dengan saung di atasnya. Padu padan rambatan
tanaman dan saung di atas tebing memberikan nuansa segar tersendiri di ruangan
itu, mungkin itulah sebabnya Si Empunya ruangan selalu membiarkan ac mati dan jendela terbuka bebas.
Segarr…
Selasa, 15 Oktober 2013
14 yang ke 7
Manisnya
seperti kamu. yang ke tujuh untuk tanggal empat belas. Pas seperti tatanan yang
kamu pernah katakan “aku suka angka tujuh dan empat belas adalah angka
penyempurna”. Di tambah lagi, malam ini adalah malam dimana setiap pemegang
tauhid islam bertasbih, bertahmid dan bertahlil.
Kamis, 26 September 2013
Lidah mertua
Jujur, otak saya harus terpaksa berfikir keras saat
mendengar nama salah satu jenis tanaman satu ini. Bukan karena taksonomi atau
tentang fisiologinya, tapi karena namanya yang unik dan nyleneh. Lidah mertua. Iya, masyarakat kita nyebutnya seperti itu.
Kembang lidah mertua. Kalau lidah buaya saya lebih dulu mengenal, dan menurut
saya wajar karena bentuk daun lidah buaya yang lebih mirip dengan bagian organ
buaya. Jadi otak saya cukup menerima dengan tanaman lidah buaya, meskipun
sebenarnya daunnya lebih mirip dengan ekor buaya dari pada lidah seekor buaya.
Lha ini Lidah mertua, apa coba hukum kasualitasnya? Kalean bingung dengan bunga
ini? Maaf, saya juga bingung. Hheuheu…
Rabu, 25 September 2013
Suasana kopi
Sedari
tadi, aku mencarimu di dalam lemari
Tapi,
tak juga kutemui
Kemudian,
aku mencarimu di bawah telapak kaki ibu
Siapa
tahu kamu kembali ke asalimu
Tak
kutemui juga
Lantas, harus kucari kemana?
Langganan:
Postingan (Atom)
